Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label mistis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mistis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Oktober 2010

Heboh! Meninggal Dunia, Hidup Lagi, Meninggal Lagi

Suasana pagi (29/9) kemarin yang sunyi dan tenang di Dusun Lestari, Desa Pasar V Kebun Kepala, Kec. Beringin, Deli Serdang, mendadak berubah heboh. Warga di sana yang masing-masing sibuk dengan aktifitas pertanian, sontak beranjak ke rumah keluarga Wakidi (69).
Ternyata, pagi pukul 8 itu warga mendapat kabar duka. Ny. Kasmi (30), putri Wakidi, meninggal dunia. Sejak setengah tahun lalu, menurut warga, sulung 7 bersaudara itu telah divonis dokter mengidap kanker rahim. Namun yang membuat warga heboh, setelah dinyatakan meninggal, ibu 2 anak itu dikabarkan hidup kembali, bahkan sempat membuka matanya yang sudah tertutup sebelumnya.

Menurut Dipo (30), warga di sana, karena kondisi Kasmi kemarin pagi terlihat semakin lemah, wanita itu dilarikan ke RSU Grand Medistra di Lubuk Pakam. Pihak keluarga mengaku telah lelah mencari perobatan buat kesembuhan Kasmi, yang tubuhnya tinggal tulang dibalut kulit.
Namun di tengah perjalanan menuju RS Grand Medistra, persis di wilayah Desa Bakaran Batu, Lubuk Pakam, pihak keluarga yang membawa Kasmi melihat wanita malang itu sudah tak lagi bernafas. Keluarga pun meyakini Kasmi telah pergi.
Keyakinan itu semakin menguat ketika pihak keluarga melihat kondisi tubuh Kasmi yang mulai dingin dan kaku.
Karena itu pula jasadnya kembali diboyong ke rumah orang tuanya guna disemayamkan. Begitu tiba di rumah duka, jasad Kasmi disemayamkan di ruang tamu. Disambut tangisan massal, para pelayat pun terlihat mulai berdatangan ke rumah duka. Sebagian di antara para pelayat pun bergabung dengan karabat keluarga petani itu untuk turut bersama membacakan ayat-ayat suci serta memanjatkan doa-doa untuk almarhumah Kasmi.
Tapi sungguh tak disangka, beberapa saat kemudian atau setelah disemayamkan, tiba-tiba jasad kaku Kasmi bergerak sendiri, bahkan kedua bola matanya kembali terbuka. Anehnya lagi, saat itu Kasmi bahkan sempat mengeluarkan suara erangan namun lemah. Menyaksikan itu warga maupun sanak keluarga Kasmi yang semula duduk bersila di samping jasadnya sontak terkejut, bahkan ada pula beberapa diantara mereka seketika merasa ketakutan.
Situasi tegang campur seram itu berlangsung hingga beberapa menit. Warga maupun pihak keluarga sontak memanjatkan doa atas kebesaran Yang Maha Kuasa. Itu karena pihak keluarga maupun tetangga saat itu merasa Kasmi belum dipanggil Yang Kuasa. Tapi anehnya lagi, tak lama setelah hidup kembali, tiba-tiba juga Kasmi kembali menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Hingga kemarin, jasad Kasmi masih disemayamkan di rumah duka. Menurut orang tuanya, Wakidi, rencananya jenazah Kasmi akan dikebumikan hari (30/9) ini di pemakaman umum di desa itu. Menurut Wakidi, semasa hidupnya Kasmi adalah ibu yang baik bagi kedua anaknya dan suaminya yang bekerja sebagai buruh kilang batubata.

11 Hantu tak Berkepala Balas Dendam

Kemunculan Pok Pok di komplek Titiwungen membuat perasaan warga yang tinggal di daerah itu menjadi tidak tenang. Situasi tersebut membuat beberapa pemuda Titiwungen harus berjaga-jaga tiap malam. Mereka membuat beberapa kelompok agar tidak kecolongan, jika nantinya hantu jadi-jadian ini datang lagi.

Situasi dua hari terakhir ini, memang tidak seramai sebelumnya. Gang sudah tidak dipenuhi warga untuk melihat sosok Pok Pok ini. Namun, tetap saja ada beberapa orang yang mendengar cerita tentang Pok Pok dari luar komplek, sempat bertanya tentang keberadaan makhluk ini.

Regy Titiahy, seorang bapak yang mempunyai bayi berumur 3 tahun, menuturkan, ia harus siaga 1x24 jam untuk menjamin keberadaan putri semata wayangnya tidak diganggu Pok Pok. Maklum saja, makhluk ini memang terkenal suka menyantap bayi.

"Saya juga kemarin ikut kelompok untuk berjaga-jaga melakukan antisipasi serangan Pok Pok. Kami akan melakukan hal ini sampai benar-benar merasa aman," tuturnya.

Sementara itu Daniel (17), yang menjadi saksi perkelahian antara Pok Pok dengan Tonaas, menceritakan, suara teriakan makhluk tersebut bak klakson mobil tronton. "Pertama ia berkelahi dengan Tonaas di lapangan kosong, kemudian mereka saling berkejaran sampai ke kuburan Kuhun yang ada pohon besarnya," ucap remaja tanggung itu.

Menurutnya, Pok Pok yang berkelahi dengan seorang Tonaas, jumlahnya ada 11. "Saya lihat dengan mata telanjang."

Tonaas yang dipanggil warga antara lain berasal dari Watu Pinabetengan dan Ratahan. Mereka terkenal dengan ilmu kuat.

Akhirnya ada Pok Pok yang kalah bertarung dan hatinya dimakan Tonaas, setelah jantungnya ditusuk pisau. Kedatangan kelompok Pok Pok ini, imbas dari kematian Pok Pok wanita atau melakukan aksi balas dendam.

Ribuan Orang Tonton Kuntilanak Terbang

Ribuan warga Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), geger saat menyaksikan kemunculan kuntilanak yang melayang-layang di atas sebuah rumah di Jalan Macciranae. Pada Jumat (1/10/2010) malam, ribuan warga Mamuju tampak memadati Jalan Macciranae Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, untuk dapat menyaksikan langsung munculnya kuntilanak.

Iccang (25), salah seorang warga, mengatakan, sudah lima hari ini warga di sekitar Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, digegerkan dengan munculnya kuntilanak. "Setan itu disaksikan warga tiba-tiba terbang, kemudian menghilang di atas langit menjelang tengah malam," katanya.

Bambang, warga lainnya, mengatakan bahwa kemunculan kuntilanak tersebut awalnya disaksikan warga dari sebuah rumah kosong yang ditinggal pergi penghuninya di Jalan Maccirannae. "Warga di sekitar Jalan Maccirannae selalu menyaksikan kuntilanak tersebut keluar dari rumah kosong yang terletak di sekitar hutan nipah, mereka menyaksikan kuntilanak tersebut tampak di atas atap di atas pohon kelapa dekat rumah itu," katanya.

Ia mengatakan, warga sebelumnya tidak memedulikan penampakan kuntilanak tersebut karena menganggapnya sebagai cerita bohong dan ilusi. Namun, kata dia, setelah banyak warga yang mengaku pernah melihat kuntilanak tersebut, maka warga kemudian percaya bahwa kuntilanak itu betul-betul menampakkan diri, kemudian warga lainnya pun antusias bersama-sama ingin menyaksikan penampakan kuntilanak itu.

"Jumat malam ini sekitar pukul 23.00, makhluk itu kembali muncul di langit dan disaksikan ribuan warga yang ada di Jalan Maccirannae, ia muncul berkali-kali dengan cara terbang di udara lalu menghilang, warga melihat ada kain putih yang mengepak-ngepak," katanya.

Menurut dia, sejumlah warga yang pernah melihat setan tersebut mengaku melihat ada kain putih melayang di udara yang terbang ke sana kemari, kemudian menghilang. Ia mengatakan, kemunculan kuntilanak tersebut selalu terjadi sekitar pukul 23.00 Wita selama lima hari terakhir ini.

"Tadi ini saya sendiri melihat dengan jelas setan itu terbang di atas langit lalu menghilang," katanya. Menurut dia, sejumlah warga sedang mencari paranormal untuk dapat menjinakkan setan tersebut karena sudah beberapa hari ini menggegerkan warga.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More