Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Oktober 2010

Bukan Sembarang Gemetar


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Tangan yang gemetar biasa terjadi ketika tubuh sedang kedinginan atau grogi menghadapi sesuatu. Tapi ada orang yang terkadang tangannya gemetar tanpa ada dua kondisi tersebut. Karena ini bukan sembarang gemetar.

Getaran (tremor) adalah gerakan gemetar yang tidak disengaja. Salah satu bagian tubuh yang rentan terhadap getaran adalah tangan. Kondisi ini bisa membuat seseorang kesulitan atau terhambat dalam melakukan tugas sehari-harinya.

Seperti dikutip dari Livestrong, Minggu (3/10/2010) ada tiga jenis utama dari getaran yang bisa mempengaruhi tangan yang dikelompokkan berdasar tempat kejadiannya, yaitu:

Tremor Kinetik

Tremor ini disebut juga dengan tremor niat. Kondisi ini dapat mempengaruhi tangan ketika seseorang sedang berusaha melakukan tugas yang melibatkan gerakan seperti menggenggam, menarik, menggunakan sendok atau mencukur. Salah satu cara jenis tremor ini didiagnosis adalah dengan meminta pasien menyentuh jari ke hidungnya. Tremor kinetik akan membuat tangan tidak sengaja gemetar ketika melakukan tugas ini.

Penyebab paling umumnya adalah penyakit saraf progresif yang disebut dengan tremor esensial. Gemetar ini kemungkinan bisa bertambah buruk dari waktu ke waktu dan sering diperburuk oleh asupan kafein dan perasaan stres.

Tremor Statik

Tremor ini disebut juga dengan tremor istirahat, karena terjadi ketika otot-otot tangan dan lengan sedang beristirahat. Jenis tremor ini sering menghilang jika seseorang tangannya bergerak atau melakukan gerakan tertentu.

Jenis ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki penyakit Parkinson. Kondisi ini akan terlihat ketika tangan seseorang sedang berada di pangkuan atau berada di atas meja.

Tremor postural

Tremor ini terjadi ketika lengan dan atau tangan seseorang terangkat atau melawan gravitasi. Contoh dari posisi yang bisa memicu gemetar adalah saat orang merentangkan tangan dan sejajar dengan tanah. Tremor ini cenderung terlihat bersamaan dengan tremor lainnya.

Kondisi ini lebih sering disebabkan oleh penyakit tertentu, terlalu sering menggunakan beberapa obat-obatan atau peminum alkohol kronis. Biasanya satu sisi tubuh lebih sering kena dibandingkan bagian lainnya.

Sabtu, 25 September 2010

Republika OnLine » Gaya Hidup » Info Sehat Benarkah Bicara Sendiri Merupakan Tanda Awal Kegilaan?

, LONDON--Sebagian dari anda mungkin pernah berbicara sendiri ketika sedang marah. Pertanyaan yang muncul, apakah saya gila?. Pertanyaan ini kemudian memunculkan silang pendapat antar peneliti. Banyak yang mengatakan berbicara sendiri merupakan tanda awal dari kegilaan.

Tak sedikit pula yang mengatakan berbicara sendiri mungkin sangat baik bagi anda. Khusus pendapat yang terakhir, peneliti berasumsi berbicara sendiri dapat melatih suara hati anda, meningkatkan kontrol diri dan mengurangi prilaku impulsif. Peneliti juga berkeyakinan adanya manfaat lain yang diperoleh seperti memperkuat tekad untuk diet, membantu meredakan argumen dan meningkatkan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan.

Guna membuktikan kebenaran pendapat itu, Psikolog University of Toronto, Kanada memberikan partisipan sejumlah tantangan kepada mereka tentang kemampuan mereka menahan diri. Sebagian dari partisipan oleh peneliti dilarang untuk berbicara sendiri dengan dipaksa membaca satu kata berulang kali. "Melalui rangkaian tes yang diberikan, kami menemukan bahwa seseorang bertindak lebih impulsif ketika mereka tidak menggunakan suara batin atau menggantinya dengan pekerjaan," tutur Michael Inzlicht  seperti dikutip dailymail.

Selanjutnya, pada sesi tantangan lain, partisipan diberikan kesempatan untuk mengujicobakan pengoperasian komputer. Oleh peneliti partisipan diperintahkan untuk menekan tombol ketika terdapat simbol pada layar. Jika mereka melihat simbol yang berbeda mereka diharuskan menekan tombol. Melalui tes ini, kontrol diri karyawan dapat diukur oleh seberapa baik mereka menolak untuk menekan tombol ketika sebuah simbol alternatif tidak muncul.

Pada sesi kedua, peneliti lebih memfokuskan diri pada usaha mencegah partisipan melatih suara hati mereka saat melakukan tes. Hal ini dilakukan guna melihat apakah akan berdampak pada kemampuan partisipan dalam menahan diri. "Tanpa kemampuan untuk menyampaikan pesan verbal kepada diri mereka sendiri, partisipan tidak mempunyai ketahanan yang cukup untuk mengkontrol diri mereka," jelasnya.

Inzlicht mengakui diawal pihaknya penasaran dengan fungsi penting dari kebiasaan seseorang berbicara sendiri. Melalui penelitian ini, kata dia, berbicara sendiri nyatanya membantu seseorang untuk mengendalikan diri dan mencegah seseorang dari keputusan yang impulsif. Peneliti lainnya, Alexa Tullett menambahkan berbicara dengan diri sendiri mengarahkan seseorang untuk mengendalikan diri.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More