Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Desember 2010

10 Negara Termiskin 2010

10. Mozambik – $900 (GDP per kapita)

Republik Mozambik adalah sebuah negara di Afrika bagian selatan yang berbatasan dengan Afrika Selatan, Swaziland, Tanzania, Malawi, Zambia dan Zimbabwe. Mozambik merupakan anggota Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis dan Persemakmuran. Ibu kota sekaligus kota terbesarnya ialah Maputo yang terletak di penghujung bagian selatan.

Menurut data IMF, antara tahun 1994-2006, rata-rata pertumbuhan GDP tahunan negara ini sekitar 8%. Walaupun demikian, Mozambik tetap menjadi salah salah satu negara termiskin dan paling terbelakang di dunia. Kondisi perekonomian negara ini semakin diperparah dengan berabagai macam problematika hidup penduduknya seperti pecahnya perang saudara hingga gizi buruk yang banyak menimpa anak-anak.

9. Afghanistan  - $800 (GDP per kapita)


Afghanistan ialah sebuah negara yang relatif miskin, sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau panjang merupakan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah.
Lebih dari 70% penduduknya hidup dengan kurang dari $2/harinya. Perekonomian Afghanistan yang porak-poranda oleh perang tetap bergantung pada poppy. Negara ini ialah penghasil opium (karet kering yang disarikan dari sari biji poppy) terkemuka di dunia.  Opium merupakan bahan dasar pembuatan heroin.
8. Republik Afrika Tengah – $700 (GDP per kapita)

Di negara yang beribu kota di Bangui ini kesejahteraan penduduk sepenuhnya bergantung pada bantuan luar negeri dan berbagai organisasi nirlaba. Seperti kebanyakan negara-negara miskin lainnya, masalah gizi buruk dan kelaparan ialah salah satu persoalan yang dihadapi.

Banyaknya pemilik lahan yang menjual hasil panennya ke luar negeri menjadi salah satu  faktor mengapa negara ini kekurangan pangan. Di tahun 2006, ketika terjadi pemberontakan hebat di negeri ini, sekitar 5000 orang mati kelaparan.

7. Eritrea – $700 (GDP per kapita)


Lokasi Eritrea memberinya keuntungan mengendalikan rute laut melalui Terusan Suez. Inilah sebabnya mengapa Italia mendirikan koloninya hanya setahun setelah pembukaan kanal pada tahun 1869 dan mengapa Inggris menaklukkannya pada tahun 1941. Eritrea ialah negara yang dituduh oleh Amerika Serikat karena diduga memiliki hubungan dengan teroris. Pada tahun 2009 Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, menuduh Eritrea memasok senjata kepada kelompok militan al-Shabab Somalia yang diyakini memiliki hubungan dengan Al Qaeda.


Dalam sejarah diketahui bahwa Firaun Mesir  banyak mendatangkan gajah dari negara ini sebagai salah satu unit perangnya. Namun akhir-akhir ini populasi gajah hampir punah. Selama 1955 dan 2001 tidak ada gajah-gajah yang terlihat. Diyakini hewan tersebut hampir punah karena menjadi salah satu korban perang yang sedang berlangsung di Eritrea.  Sebagai tambahan informasi, di negara ini hanya memiliki 824 sekolah dan 2 universitas.


6. Niger – $700 (GDP per kapita)

Di negara yang beribu kota di Niamey ini lebih dari 80% lanskapnya tertutup oleh luasnya gurun sahara. Sementara di sekitar sungai Niger, savana banyak dijumpai. Lebih dari 5000 tahun yang lalu lahan tersebut sebenarnya ditutupi dengan padang rumput subur. Namun perubahan telah terjadi di 2000 tahun terakhir.

Luas negara ini dua kali ukuran Prancis, namun dari 10.000 km panjang jalan raya yang dimiliki, kurang dari 800 km yang diaspal. Semua jalan beraspal berada di dalam kota. Tidak ada jalan beraspal yang menghubungkan kota satu sama lain. Niger adalah eksportir terbesar uranium. Sama seperti negara-negara miskin lainnya, hanya sekitar 1 dari 4 orang yang pernah bersekolah. Alutsista Niger juga sangat minim, dimana negara ini hanya memiliki sekitar 12.000 tentara dan 4 pesawat terbang!

5. Guinea-Bissau – $600 (GDP per kapita)

Sebagai salah satu negara dengan GDP per kapita terendah, lebih dari dua-pertiga dari penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Perekonomian terutama bergantung pada pertanian, perikanan, kacang mete dan kacang tanah sebagai ekspor utama. Suatu periode panjang ketidakstabilan politik telah menyebabkan aktivitas ekonomi tertekan, memburuknya kondisi sosial, dan meningkatkan ketidakseimbangan makro-ekonomi.

Setelah beberapa tahun kemerosotan ekonomi dan ketidakstabilan politik, pada tahun 1997, Guinea-Bissau memasuki sistem moneter CFA Franc , yang menyebabkan stabilitas moneter internal. Perang sipil yang terjadi pada tahun 1998 dan 1999 dan kudeta militer pada bulan September 2003 kembali menggangu kegiatan ekonomi.

Mulai sekitar 2005, para pengedar narkoba yang berbasis di Amerika Latin mulai menggunakan Guinea-Bissau, bersama dengan beberapa negara tetangga Afrika Barat, sebagai titik transshipment ke Eropa untuk pengedaran kokain.

4. Somalia – $600 (GDP per kapita)

Tidak seperti kebanyakan negara Afrika lainnya, Somalia belum pernah secara resmi dijajah oleh negara manapun. Upaya Kerajaan Inggris untuk membangun koloni di sana berhasil dihalau. Sementara Somalia yang terletak di Afrika Timur itu memiliki hubungan dekat dengan dunia Arab karena sebagai salah satu anggota Liga Arab. Mungkin karena latar belakang Islam, Somalia memiliki salah satu tingkat penderita HIV dan infeksi AIDS  terendah. Somalia menjalin persahabatan dengan Uni Soviet untuk membangun militer terbesar di Afrika. Namun sayangnya itu terbukti tidak efektif untuk menahan perang sipil yang pecah pada tahun 1991.
Dalam beberapa tahun terakhir orang-orang miskin di Somalia telah menemukan cara baru untuk mendapatkan uang. Hal tersebut tak lain dengan cara pembajakan kapal internasional dan mengambil kru dan kargo sebagai sandera. Pembajakan di Somalia telah menjadi begitu umum. Ketika anak-anak muda tumbuh dewasa mereka ingin menjadi bajak laut karena di situlah uang berada. Perusahaan internasional diwajibkan membayar uang tebusan kepada bajak laut  antara 1-20 juta dolar hanya untuk mendapatkan kapal kembali. Bahkan tebusan untuk sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak dapat senilai seratus juta dolar.
 

3. Liberia – $500 (GDP per kapita)

Liberia adalah salah satu dari sedikit negara di Afrika yang belum dijajah oleh bangsa Eropa. Sebaliknya, Liberia didirikan dan dijajah oleh para budak yang melarikan diri dari Amerika. Budak ini terdiri elite negara dan mereka mendirikan pemerintahan yang mirip dengan Amerika Serikat.

Pada tahun 1980 presiden Liberia digulingkan dan diikuti periode perang sipil. Setelah memakan korban ratusan ribu orang, Liberia berada dalam krisis ekonomi yang mendalam. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 90% dari penduduk hidup di bawah $ 1,25 /hari. Sebagai salah satu dari 3 negara termiskin di dunia, Liberia memiliki tingkat pengangguran mencapai 85%.


2. Burundi – $300 (GDP per kapita)

Perang antar suku menjadi pemandangan yang selalu dapat dijumpai di sini. Burundi sangat miskin dikarenakan mereka tidak pernah benar-benar punya waktu untuk damai diantara perang sipil yang abadi. Korupsi, akses masyarakat miskin terhadap pendidikan, dan persentase yang tinggi dari HIV dan AIDS adalah semua hal yang dikenal mengenai Burundi.

Sekitar 80% dari penduduknya hidup dalam garis kemiskinan dan menurut Program Pangan Dunia 57% dari anak di bawah 5 tahun menderita kekurangan gizi kronis. 93% dari pendapatan Burundi berasal dari penjualan ekspor kopi. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di 178 negara, penduduk Burundi memiliki kepuasan hidup terendah di dunia dan hampir seluruhnya hidup bergantung pada bantuan asing.

1. Republik Demokratik Kongo – $300 (GDP per kapita)

Negara ini dulunya dikenal dengan nama Zaire (diantara tahun 1971-1997). Negara yang menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa resminya ini kondisinya porak-poranda oleh perang. Perang Kongo kedua pecah pada tahun 1998. Perang yang melibatkan setidaknya 7 tentara negara asing ini adalah konflik paling mematikan di dunia sejak Perang Dunia II dimana telah menewaskan 5.400.000 orang. Di Afrika perang ini disebut sebagai Perang Dunia Afrika. Diperkirakan pada tahun 2010 setidaknya 45 000 orang di Kongo tewas setiap bulannya.
Demikianlah daftar 10 negara termiskin berdasarkan pengukuran GDP per kapita menurut CIA World Factbook. Saya tidak tahu pasti apakah hasil kalkulasi dan perangkingan diatas sama dengan data yang dirilis oleh IMF. Namun yang pasti, data dari CIA World Factbook diatas sangat layak untuk dijadikan referensi yang valid dan memiliki kredibilitas.

Oh ya, mungkin ada yang bertanya, di ranking berapakah posisi Indonesia dalam daftar tersebut?

Ternyata Indonesia nangkring di posisi 155 dari 227 negara yang terdaftar. Indonesia yang memiliki $4000 GDP per kapita masih berada jauh di bawah negara tetangga Singapura (rank 8 dengan $50.300), Malaysia (rank 77 dengan $14.800) dan Thailand diposisi 120. Namun posisi Indonesia masih sedikit lebih tinggi dibanding Filipina dan Vietnam. Entah, kita harus senang atau sedih melihatnya?

sumber : http://dipta-jurnal.net/

Jumat, 24 Desember 2010

Setengah Penduduk Indonesia Benci Malaysia

Sebagian besar publik Indonesia mengaku tidak suka pada Malaysia, jumlahnya pun mencapai 59,2 persen. Jumlah ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya seperti Singapura, Perancis, Amerika Serikat, dan Australia.

Itulah hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Temuan itu juga yang diprediksi akan memanaskan laga final Piala AFF 2010 antara Indonesia lawan Malaysia.

“Dari hasil survei diperoleh data sebanyak 59,2 persen publik Indonesia tidak suka pada Malaysia, jadi bisa dibilang sebagian besar orang Indonesia benci dengan Malaysia,” ucap peneliti LSI, Ardian Sopa, Kamis (23/12/2010), dalam jumpa pers di Pisa Kafe Mahakam, Jakarta.

Tingkat ketidaksukaan tersebut, lanjutnya, lebih besar jika dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika Serikat (46,4%), Inggris (33,1%), dan Perancis (31,7%).

Jika dilihat dari tingkat kesukaan publik Indonesia terhadap negara lain, maka Perancis ada di peringat teratas dengan 50,8 persen. Ketidaksukaan mayoritas masyarakat Indonesia ini, diakui Sopa, dikarenakan beberapa variabel seperti persepsi terhadap hubungan dengan Malaysia, kepuasan terhadap langkah pemerintah, persepsi terhadap nasib TKI di Malaysia, frekuensi mengikuti berita lewat surat kabar, frekuensi mengikuti berita televisi, pendidikan, dan penghasilan.

“Persepsi terhadap nasib TKI diperlakukan secara buruk di Malaysia, maka makin tinggi pula ketidaksukaan pada Malaysia. Ini tidak mengherankan. Saat ini, terdapat sekurangnya 1,2 juta TKI di Malaysia. Media Indonesia banyak memberitakan mengenai bagaimana nasib buruk TKI di Malaysia dan ini sedikit banyak mempengaruhi kesukaan pada Malaysia,” ucap Sopa.

Sopa juga mengungkapkan, selama ini publik Indonesia masih mempersepsikan hubungan Indonesia dengan Malaysia masih buruk. “Sekitar 67,5 persen yang menganggap hubungan Indonesia-Malaysia buruk,” ujarnya.

Dengan temuan itu, Sopa mengaku bisa saja mempengaruhi atmosfer pertandingan antara Indonesia dan Malaysia dalam laga final Piala AFF 2010.

“Sentimen negatif ini bisa saja berpengaruh pada final nanti yang memanas. Tapi apa ada peluang kerusuhan, saya kira penonton Indonesia sudah memiliki kesadaran bahwa tindakan mengejek lawan itu kampungan. Selama tidak ada provokasi yang menonjol, kebencian publik Indonesia kepada Malaysia tidak akan menimbulkan rusuh,” kata Sopa.

Metode pengambilan sampel yang dilakukan LSI pada penelitian itu adalah multistage random sampling pada 100 desa/kelurahan dengan total responden sebanyak 1.000 responden. Wawancara dilakukan dengan tatap muka dengan responden dan menggunakan kuesioner.

Margin of error dalam penelitian tersebut sebesar 4 persen. Respon yang diambil pun tersebar dari berbagai kategori jenis kelamin, agama, dan suku bangsa. Dilihat dari jenis kelamin, sebanyak 50 persen responden adalah laki-laki dan 50 persen adalah perempuan. (*)

Selasa, 12 Oktober 2010

Jangan Berkunjung ke 10 Negara Ini

BERHATI-hatilah jika Anda ingin berpergian ke lar negeri. Lihat dan simak kondisi 10 negara dibawah ini dengan kebiasaan penduduknya. Dengan demikian, Anda bisa berjaga-jaga dan waspada jika menetap selama beberapa hari di negara ini.
1. Rusia

Di Rusia, ada lebih banyak gangster daripada polisi. Orang Rusia dibunuh tiap 18 menitnya, dan rata-rata terjadi 84 kasus pembunuhan sehari dari toal jumlah penduduk sebanyak 143 juta jiwa. Pusat kriminalitas Rusia berada di Republik Chechnya, daerah dalam Rusia tepatnya sebelah utara Georgia.

Pelacuran, perdagangan narkoba, dan rumah makan bawah tanah secara arbitrer dikuasai oleh orang Chechnya. Orang asing diculik lebih sering karena tebusan yang lebih tinggi. Tindakan kriminal lainnya: pencurian dompet, ponsel, kamera, uang, dan penyerangan fisik.

2. Brazil

Negara ini terkenal dengan banyaknya perampok. Kesenjangan sosial masih terus meningkat di samping kekayaan luar biasa di negara yang sedang memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus menanjak ini.

Tetapi dengan kemakmuran yang meningkat, laju kejahatan juga ikut-ikutan melonjak. Tindak kejahatan di jalan-jalan terus merajalela di bagian-bagian Rio de Janeiro dan Sao Paolo, dan banyak korban dibiarkan tak terluka, mereka membawa pecahan botol untuk dipukul ke leher anda karena gelang yang anda pakai.

Insiden "penculikan cepat" berkembang di kota-kota besar. Mereka memaksa korbannya untuk menambil uang di ATM untuk tebusan. Apabila korban tidak dapat membayar, mereka bisa menelpon orang tua atau keluarga mereka di rumah.

Selain kejahatan di jalan-jalan, kelompok-kelompok penjahat terorganisir memerangi polisi dan lembaga umum lainnya yang tak dapat disogok. Kerusuhan di penjara secara brutal semakin menjadi-jadi, obat-obatan terlarang dan narco-terorisme menghantui penduduk sipil. Dan jika anda selamat dalam seluruh bencana itu - piranha sedang menunggu anda.

3. Afrika Selatan

Negara ini pernah disebut sebagai Ibukota pemerkosaan di dunia. Walaupun kasus perkosaan sudah nampak cenderung menurun ke angka 113.700 pada 2004, tapi kembali naik pada 2005 sampai ke angka 118.300 kasus.

Statistik lain untuk Afrika Selatan menunjukkan secara mengerikan laju kasus pembunuhannya yang tinggi. Tuan rumah World Cup 2010 ini berada terus-menerus di daftar 5 teratas negara2 yang tingkat pembunuhannya paling tinggi. Kebanyakan tindak kejahatan terjadi daerah penduduk miskin.

Bertani di Afrika Selatan sudah menjadi salah satu profesi yang paling berbahaya di dunia. Laju pembunuhan bagi para petani adalah 313.000 - sekitar 8 kali rata-rata laju pembunuhan nasional. Dan di mana pun, seks bisa sangat berbahaya di Afrika Selatan, di mana lebih dari 10 juta orang mengidap virus HIV.

4. Burundi

Disini memang kecil, tapi negara miskin yang padat penduduknya ini mempunyai masalah yang sangat besar. Perang saudara antara suku Hutus dan suku Tutsis mencerai-beraikan bangsa ini antara tahun 1993 sampai tahun 2006.

Gencatan senjatapun dilancarkan namun kebanyakan suplai makanan urung dilaksanakan. Pembunuhan dan kekacauan masal bersaing dengan masalah lingkungan sebagai sakit kepala yang paling besar bagi orang Burundi.

Daftar pemimpin yang dibunuh ekstensif, dan kontrol bangsa sudah sering berpindah tangan sejak 50 tahun terakhir. Kejahatan yang dilakukan dengan mengembara mengeroyok dan anak-anak bersenjata adalah ancaman bagi pengunjung.

Penjabalan, pembajakan mobil dan penculikan menngintai setiap saat, oleh sebab itu anda dinasehati tidak menghentikan mobil untuk membeli cendera-mata. Apabila anda dilukai atau diciderai di Burundi, anda mungkin perlu menguasai teknik medis, karena kebanyakan klinik lokal disana tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk membantu anda.

5. Antartika

Ketika pembunuhan, perkosaan dan perampokan mungkin tidak menjadi masalah besar di bagian dunia ini, lain halnya dengan kondisi alam disini yang sangat tidak bersahabat.

Antartika adalah rumah untuk beberapa kondisi cuaca ekstrim, dengan air raksa yang turun secara teratur di bawah -60 derajat Celsius (-100F) dan angin yang bertiup lebih dari 100km per jam. Jika anda telanjang di cuaca ini selama lebih dari sejam, anda sudah pasti akan mati.

Antartika tidak mempunyai rumah sakit, tak ada makanan untuk dimakan dan jika anda hilang, tak ada banyak harapan. Tetapi setidaknya ada satu kedai McDonalds di Scott Base jika anda berhasil menemukannya.

6. Afghanistan

Negara ini selama ratusan tahun, menjadi salah satu wilayah di dunia yang paling strategis dan diperebutkan oleh banyak pihak. Padahal negara ini termasuk negara yang miskin, sulit berkembang, dan memiliki keadaan ekonomi dan politik yang tidak stabil.

Pada waktu Uni Soviet menginvasi daerah ini, Pasukan Merah Rusia menanam lebih dari 12 juta ranjau darat di Afghanistan. Ratusan orang tewas, tercabik-cabik, dan lumpuh akibat ledakan ranjau yang dipasang.

Setelah Uni Soviet mendatangi Taliban ,Taliban menyatakan kontrol wanita dilarang dari pekerjaan dan universitas. Pada 2001, Amerika Serikat menggulingkan Taliban.

Tetapi penggarongan, persaingan suku dan penggunaan obat-obatan terlarang yang marak menggambarkan kekerasan sudah menyebabkan negara ini menjadi tidak stabil. Pemboman bunuh diri adalah ancaman terus-menerus, dan tak seorang pun di Afganistan aman.

Serangan bunuh diri yang paling maut terjadi di propinsi Baghlan pada November 2007, yang menewaskan lebih dari 70 orang. Selain itu, Afganistan juga termasuk pemasok ganja dan candu terbesar di dunia.

7. Somalia

Somalia adalah negara yang pemerintahannya gagal akibat dari anarkinya, korupsi, kekurangan pemerintah, dan kelaparan. Para turis diperingatkan agar tidak memasuki Somalia, yang menyatakan diri nya "Republik Merdeka Somaliland" atau berlayar dekat "Terompet Afrika".

Bajak laut mengawasi perairan ini yang diperlengkapi dengan AK-47 dan akan merampas barang2 dan menahan anda untuk dijadikan tebusan. Perkelahian antar suku sudah meminta ribuan jiwa di sebelah utara Somalia.

Sedangkan di ibu kota, Mogadishu diperebutkan oleh banyak suku dan pemimpin perang. Etiopia pernah menyerang tentara Islamiah di Somalia pada akhir 2006, dan menyebabkan ratusan korban tewas dan ribuan korban penggusuran. Jika anda benar-benar terpaksa ke daerah ini, yakinkanlah asuransi anda masih berlaku.

8. Sudan

Keputus-asaan, kematian dan perusakan ialah "simbol" dari negara Sudan. Terorisme adalah masalah utama bangsa ini, yang sudah dikuasai oleh rezim militer Islamiah sejak kemerdekaannya.

Beberapa pembunuh terkenal dunia telah menjejakkan kakinya di Sudan. Mereka melakukan aksinya dengan mengebom mobil, peluncuran roket dan pembantaian massal.

Kekerasan banyak terjadi di daerah Darfur di antara milisi pemback-up pemerintah, tentara pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak lokal. Sudan juga telah menyebabkani perang terbuka dengan Cad yang berkaitan dengan konflik Darfur.

Sejak 2003, 230.000 orang pengungsi Sudan sudah melarikan diri ke Cad timur dari Darfur. Lebih dari dua juta orang tewas dalam 2 perang saudara yang terjadi selama 50 tahun terakhir. Dengan kondisi gurunnya yang suram, Sudan adalah salah satu tempat yang paling jelek di planet ini.

9. Kolombia

Penculikan adalah masalah utama di Kolombia. Sedikitnya telah terjadi 2338 kasus penculikan di Kolombia pada tahun 1998. Dan 138 orang di antaranya telah dibunuh oleh para penculiknya.

Menempati peringkat 4 dunia sebagai "negara pembunuh" dengan total pembunuhan mencapai 696.800 kasus pada tahun 2006. Target utama para pembunuh adalah para walikota, lusinan dari mereka terbunuh setiap tahunnya. Dan tentu saja, siapa yang dapat melupakan kokain?

Kolombia memasok 75% persediaan kokain dunia dan terima kasih untuk Pablo Escobar dan Cali Cartel, kelompok-kelompok paramiliter yang sudah memerangi pemerintah dalam konflik berdarah dengan tanpa akhir. Di 2005, 5 orang misionaris Katolik dibunuh, turun dari 9 pada tahun 1999.

Pantai indah dan gunung terjal di Kolombia seharusnya menjadikannya firdaus bagi wisatawan, tetapi mungkin tempat ini bisa menjadi tempat yang paling berbahaya untuk dikunjungi.

10. Irak

Tidak masalah entah anda adalah George Bush, Pele atau Chuck Norris - anda tidak akan pernah aman di Irak. Meskipun negara ini kaya akan cadangan minyaknya, tetapi Irak adalah negara yang hancur dimana identik dengan kekerasan, keputus-asaan dan kebingungan.

Sejak 2003, Amerika Serikat sudah menduduki Irak dan menyebabkan perang saudara yang meminta korban lebih dari 650 000 penduduk sipil. Al-Qaeda, pemberontak Sunni, angkatan perang keamanan Shiite.

Pemberontak Kurdish, tentara Amerika, tentara Turki dan penjahat kriminal dilibatkan di siklus kekerasan yang sayangnya, tidak akan mereda dengan cepat tiap saat. Ranjau yang diimprovisasi/ Improvised Explosive Devices (IEDs), Explosively Formed Penetrators (EFPs).

Dan ladang ranjau adalah ancaman terus-menerus, seperti pesawat pembom bunuh diri yang juga sudah membunuh ratusan orang. Penculikan dan pembunuhan acak dilaporkan dengan hampir membuat pikiran mati rasa frekuensi.

Sejak 2003, 2 juta orang Irak sudah melarikan diri ke negara tetangga dan 1,9 juta lainnya tetap tinggal di Irak dengan tergusur dari rumah mereka. Uranium yang dihabiskan yang dipakai sebagai putaran untuk menembus baju baja akan meracuni penduduk sipil Irak dan montir AS selama beberapa dasawarsa. Sungguh, inilah neraka di bumi.(*)


10 Negara Berbahaya :
1. Rusia
2. Brazil
3. Afrika Selatan
4. Burundi
5. Antartika
6. Afghanistan
7. Somalia
8. Sudan
9. Kolombia
10.Irak
armber: Linta Berita

Negara yang Mengalami Kelaparan


 
Kemiskinan, konflik, dan ketidakstabilan politik menyebabkan satu miliar orang menderita kelaparan tahun ini, yang sebagian besar berdampak pada anak-anak di Afrika dan Asia, menurut laporan Indeks Kelaparan Global yang diterbitkan pada Senin (11/10/2010).

"Dari 122 negara yang tertera dalam laporan tahunan, 25 negara di antaranya memiliki tingkat kelaparan yang mengkhawatirkan dan empat negara di Afrika berada pada tingkat sangat mengkhawatirkan," kata laporan oleh Lembaga Riset Kebijakan Pangan Internasional (International Food Policy Research Institute/IFPRI), Concern Worldwide, dan Welthungerhilte.

Republik Demokratik Kongo dinilai sebagai yang terburuk dalam indeks kelaparan, berdasarkan data dari 2003-2008.

Tiga per empat dari populasi di negara Afrika tengah itu secara luas menderita kekurangan gizi dan Kongo juga salah satu negara dengan tingkat kematian anak tertinggi di dunia, menurut temuan para peneliti yang menyusun indeks tersebut.

Tiga faktor yang digunakan untuk menghitung Indeks Kelaparan Global (GHI), yaitu banyaknya penduduk kekurangan gizi di suatu negara, berat badan anak di bawah rata-rata, dan tingkat kematian anak.

"Perang saudara yang berlarut-larut sejak akhir 1990-an telah menyebabkan keruntuhan ekonomi, pengungsian besar-besaran, dan kondisi ketidakamanan makanan yang kronis di Kongo," kata laporan itu.

"Tingkat ketersediaan dan akses makanan memburuk dengan menurunnya produksi makanan, dan wilayah terpencil menjadi lebih terisolasi sebagai akibat sangat buruknya infrastruktur," katanya.
Indeks tersebut menilai bahwa banyak negara dengan skala 100 poin, dengan nol merupakan nilai terbaik—tidak ada kelaparan—dan 100 sebagai nilai terburuk, meski secara praktik tidak ada negara yang ditaksir sebagai terbaik atau terburuk.

Negara yang memiliki nilai lebih dari 20 poin dinilai tingkat kelaparan mengkhawatirkan dan di atas 30 poin dinilai kelaparan sangat mengkhawatirkan.

Tiga negara lain dengan tingkat kelaparan sangat tinggi adalah Burundi, Eritrea, dan Chad. Kesemuanya terlibat dalam konflik memanas atau terbuka selama bertahun-tahun.
Kecuali Haiti dan Yaman, semua 25 negara dengan tingkat kelaparan mengkhawatirkan berada di wilayah sub-Sahara Afrika atau Asia.

Negara yang menempati urutan kelaparan terburuk adalah Nepal, Tanzania, Kamboja, Sudan, Zimbabwe, Burkina Faso, Togo, Guinea-Bissau, Djibouti, Mozambik, India, Banglades, Liberia, Zambia, Timor Leste, Niger, Angola, Yaman, Republik Afrika Tengah, Madagaskar, Komoro, Haiti, Sierra Leone, dan Etiopia.

Bersama dengan Burundi, DRC dan Eritrea, Komoro—negara kepulauan di lepas pantai timur Afrika yang rawan kudeta—dan Haiti menempati tingkat kekurangan gizi lebih dari 50 persen penduduknya.
Di Banglades, India, Timor Leste, dan Yaman tercatat lebih dari 40 persen anak berusia di bawah lima tahun kekurangan berat badan.

Afganistan, Angola, Chad, dan Somalia memiliki tingkat kematian anak tertinggi, dengan lebih dari 20 persen anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun.

Korea Utara merupakan salah satu dari sembilan negara dalam nilai indeks kelaparannya meningkat—dari 16,2 poin pada 1990 menjadi 19,4 poin pada 2010.

Delapan negara lainnya, semuanya berada di wilayah sub-Sahara Afrika—selain Gambia, Swaziland, dan Zimbabwe—konflik merupakan penyebab kelaparan di wilayah tersebut.

sumber: kompas

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More