Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label Telekomunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telekomunikasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 September 2010

Ssstt...Di Belanda Internet Juga Bakal Disensor

,Laman-laman internet Belanda nanti tiba-tiba bisa menghilang. Pasalnya, ada RUU yang sedang disusun untuk melarang mempublikasikan tulisan-tulisan yang bukan untuk umum. Para blogger Belanda, ilmuwan dan berbagai organisasi jurnalistik pun memprotes RUU ini. Menurut mereka, ini mengancam kebebasan pers.

UU yang diusulkan kementerian kehakiman ini bisa menggalakkan sensor pemerintah. Demikian tertera di surat protes yang ditujukan kepada menteri kehakiman Ernst Hirsch Ballin. Menteri ingin agar pemerintah, tanpa keputusan hakim, bisa melarang sebuah situs internet yang mempublikasi informasi yang diperoleh secara ilegal, misalnya informasi yang dicuri atau yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk dipublikasi. Menurut UU sekarang, larangan hanya boleh dilakukan, kalau ada keputusan hakim.

Ini untuk pertama kali kalangan praktisi internet Belanda menggelar aksi besar-besaran. Para ilmuwan, berbagai organisasi kemasyarakatan, perusahaan dan bloggers membubuhkan tanda tangan mereka di surat protes tersebut.

Bagi organisasi jurnalis Belanda NVJ, RUU itu membuka pintu bagi sensor pemerintah. Menurut Thomas Bruning, sekjen NVJ, kejaksaan tidak netral. "Sekarang mereka menciptakan kemungkinan bagi lembaga yang netral seperti Kejaksaan yang semestinya memberantas kriminalitas, berperanan tidak netral yakni memiliki kemungkinan untuk menutup begitu saja sebuah situs internet."

Pembongkar rahasia
RUU ini juga berisi larangan memasang informasi di internet yang dibuat bukan untuk dipublikasi. Menurut Bruning, ini bisa menghalangi para wartawan menjalankan tugasnya.

"Wartawan sering memanfaatkan informasi yang asal muasalnya tidak jelas, tapi relevan. Kalau informasi seperti itu dilarang dipublikasi, maka ini mempersulit posisi para wartawan dan juga para pembongkar rahasia. Mereka harus mempertimbangkan dampak pidananya. Ini kan nggak bisa," tandas Bruning.

Menurut para penandatangan surat protes, banyak warga yang menganggap enteng dampak RUU itu. Banyak orang menganggap, melarang atau menutup situs tidak begitu bermasalah. Tapi ini tidak benar, tandas Bruning. "Menutup sebuah website, kedengarannya tidak begitu mengerikan ketimbang melarang peredaran dan melarang terbit sebuah koran. Tapi sebenarnya itu sama," katanya.

Namun masih jauh perjalanan yang harus ditempuh RUU ini sebelum disahkan. Mungkin RUU akan mengalami perubahan. Soalnya, mayoritas anggota parlemen de Tweede Kamer, menentang RUU ini. Dan ini berarti, bisa saja RUU ini tidak disahkan. Tapi organisasi seperti Bits of Freedom, yang tugasnya mengawasi kebebasan internet, tetap gelisah, seperti yang disampaikan oleh Ot van Daalen.

"Memang menurut berita, mayoritas anggota parlemen menentang. Tapi kita belum yakin apakah tidak akan terjadi dagang sapi. Makanya penting sekali bagi kita untuk memprotes. Karena RUU ini tidak layak ada di masyarakat demokratis."

Sementara itu kementerian kehakiman Belanda meminta warga memberikan tanggapan lewat internet terhadap RUU ini. Tujuan "konsultasi internet" ini adalah untuk mengetahui apakah RUU ini masih bisa diperbaiki.

Gertakan di Dunia Maya Lebih Sakit Dibanding Pemukulan Fisik...Oh ya?

Gertakan di dunia maya (cyber-bullying) dapat lebih menyakiti korban dibanding pemukulan fisik atau ejekan, menurut peneliti Amerika Serikat pada Selasa. Tidak seperti penggertak tradisional, penggertak di dunia maya tampaknya kurang merasa depresi dibanding korban mereka, demikian temuan tim dari National Institute of Health (NIH).

Jing Wang, Tonja Nansel dan Ronald Iannotti dari NIH bagian Kesehatan Anak dan Pengembangan Manusia menganalisa data survei internasional dari 2005-2006, mengikutsertakan 4.500 remaja dan pra-remaja. Mereka ditanya secara spesifik mengenai perasaan depresi, mudah marah, menggerutu, dan kemampuan untuk berkonsentrasi, serta bertanya secara spesifik apakah mereka sudah pernah dipukul, diejek, dihindari atau dikirimi pesan negatif lewat komputer atau telepon seluler --atau melakukan tindakan-tindakan itu kepada orang lain.

"Tidak seperti gertakan tradisional yang biasanya terjadi dalam konfrontasi tatap muka langsung, korban di dunia maya tidak melihat atau mengenali pengganggu mereka," tulis tim Iannotti dalam Jurnal Kesehatan Remaja. "Dengan demikian, korban di dunia maya dapat lebih merasa terkucil, terlecehkan atau tak berdaya saat diserang.

Gertakan secara fisik dan verbal juga kerap membuat korban depresi, namun tim NIH menemukan sedikit perbedaan karena depresi yang disebabkan gertakan di dunia maya memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibanding gertakan secara fisik. Gertakan dapat menjadi isu kebijakan pemerintah karena dapat mengganggu proses belajar dan dapat mengurangi nilai ujian sekolah. Sekolah-sekolah di AS makin ditekan untuk meningkatkan nilai mereka dan memperlihatkan kemajuan yang teratur.

Tahun lalu, tim yang sama menemukan lebih dari 20 persen dari semua remaja AS di sekolah telah mengalami gertakan secara fisik setidaknya satu kali dalam dua bulan terakhir dan 53 persen digertak secara verbal sedangkan 51 persen digertak secara sosial dengan cara dikucilkan dan 13,6 persen digertak menggunakan media elektronik.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More